6 Hal yang harus Anda Ketahui Mengenai Giro

Khusus bagi para akademisi ataupun praktisi di dunia perbankan, istilah giro bukanlah istilah keuangan yang tidak asing di telinganya. Namun, bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah ini bukanlah istilah yang familiar, terutama untuk orang-orang yang benar-benar buta dengan dunia perbankan. Lalu apa yang dimaksud dengan giro? Dan lalu bagaimana cara kerjanya?

Definisi dan Pengertian Giro

Jika diartikan secara singkat, giro merupakan salah satu produk atau layanan keuangan yang diberikan oleh perbankan untuk mempermudah nasabahnya dalam melaksanakan transaksi melalui penggunaan bilyet giro. Secara harfiah, bilyet giro atau lebih dikenal dengan BG merupakan mekanisme pembayaran atau pencairan uang yang berlaku pada rekening giro. BG secara prinsipil merupakan surat perintah kepada bank penyimpan dana guna memindahkan dana dalam jumlah tertentu ke rekening lain yang tertulis dalam dokumen BG.

Karakteristik Giro

  • Jika dilihat dari masa pengendapannya di bank, rekening giro cenderung sangat fluktuatif
  • Jika dibandingkan dengan jenis tabungan lainnya, rekening giro memiliki sistem pencatatan yang relatif lebih rumit
  • Jika dilihat dari segi besaran biaya, rekening giro tergolong ke dalam salah satu rekening dengan biaya paling murah
  • Jika dilihat dari segi penempatan dana, rekening giro tergolong ke dalam rekening yang penempatan dananya hanya berlangsung selama jangka waktu yang pendek
  • Jika dilihat dari suku bunga atau pun tingkat pengembaliannya, suku bunga rekening giro tergolong ke dalam rekening dengan suku bunga terendah
  • Jika dilihat dari segi tingkat likuiditasnya, rekening giro sangat liquid dan dapat ditarik sewaktu-waktu

Macam-macam Pemegang giro

Pada dasarnya hampir semua orang bisa menjadi pemegang ataupun pemilik rekening giro selama berasal dari badan ataupun lembaga yang resmi. Rekening giro biasanya dimiliki oleh:

  • Perorangan ataupun rumah tangga yang memiliki usaha
  • Lembaga yayasan
  • Badan pemerintah
  • Lembaga keuangan
  • Perbankan
  • Badan usaha

Apa saja syarat Formal Bilyet Giro?

Bank Indonesia (BI) menetapkan syarat dan standard formal penggunaan BG sebagai alat pembayaran dan transaksi perbankan terkait dengan rekening giro. Standar tersebut berfungsi untuk melindungi pengguna sekaligus menghindari transaksi yang menjadi bagian dari pencucian uang. Berikut beberapa standard formal yang harus ada dalam Bilyet Giro:

  1. Nama ‘Bilyet Giro’ dan nomor pada Bilyet Giro yang digunakan
  2. Nama Bank atau pihak tertarik
  3. Adanya perintah jelas untuk pemindahbukuan dana atau uang dari rekening penarik
  4. Nama dan rincian nomor rekening pemegang Bilyet Giro
  5. Bank tujuan
  6. Nominal atau Jumlah dana yang dipindahbukukan
  7. Tanggal dan tempat penarikan
  8. Stempel dan tanda tangan sesuai dengan kesepakatan dan persyaratan pembukaan rekening

Cara Menggunakan Bilyet Giro

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya kalau cara penarikan rekening giro tidak sama dengan cek dimana penerima cek bisa langsung mencairkan dana secara tunai. Pada bilyet giro, dana hanya bisa dipindahbukukan ke rekening penerima bilyet giro oleh pihak bank.

Hal yang harus diperhatikan ketika Anda ingin membuka rekening Giro

  • Kembalikan dengan segera lembar pertama bukti penerimaan BG, agar rekening giro Anda bisa diaktifkan oleh bank dan bisa Anda gunakan
  • Catat setiap pengeluaran Anda, mulai dari tanggal, nomor, dan jumlah uang di lembar sebelah kiri buku BG Anda yang akan berguna sebagai alat kontrol. Hal ini dilakukan agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan dana yang tersedia
  • Berhati-hatilah dalam menggunakan atau mengeluarkan Cek Atas Unjuk dan jangan sampai hilang. Karena setiap cek yang telah dibubuhi oleh tanda tangan serta materai sudah cukup untuk dijadikan sebagai verifikasi
  • Pastikan Anda memiliki dana yang cukup setiap kali ingin menerbitkan BG untuk menghindari nama Anda terdaftar di dalam daftar hitam nasional yang kemudian disebarkan oleh Bank Indonesia ke seluruh perbankan di wilayah Indonesia
  • Segera laporkan ke pihak Bank, jika Anda kehilangan 1 lembar cek/BG atau buku cek/bilyet. Sehingga Bank bisa memblokir rekening Anda, lengkapi pula laporan tersebut dengan surat keterangan kehilangan dari pihak berwajib
  • Cek/BG hanya berlaku selama 70 hari setelah tanggal penerbitan. Setelah melampaui waktu tersebut, warkat tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum membuka rekening giro. Jika Anda ingin mengembangkan bisnis Anda dengan rekening yang memberikan bunga tinggi terhadap saldo harian, Anda bisa memilih layanan Rekening Giro Maxi milik Bank DBS Indonesia. Tidak hanya menawarkan bunga tinggi, dalam rekening giro ini Anda akan mendapatkan kemudahan akses untuk mengelola transaksi bisnis dengan memanfaatkan fasilitas cek dan giro.

Post Author: hairihasbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *