Ingin Berangkat Haji? Baca Dulu Artikel Ini

larangan larangan haji dan umrah 1

Saat ini semakin banyak orang yang ingin berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci seiring dengan semakin mudahnya sarana transportasi dan semakin tingginya pemahaman tentang agama. Namun saat orang ingin mendaftar haji reguler, itu bisa memakan waktu untuk menunggu selama puluhan tahun karena semakin banyaknya kuota jemaah haji yang bertambah. Karena menunggu lama, akhirnya banyak jemaah Indonesia yang memilih umroh sebagai sasaran sementara kala menunggu jatah kuota haji. Hingga saat ini pun biaya paket umroh semakin beragam berkisar belasan sampai puluhan juta rupiah.

Dana talangan haji diduga menjadi salah satu faktor yang memicu banyaknya jemaah yang mendaftar untuk bisa berangkat menuju tanah suci. Beberapa bank syariah pernah menjalankan program ini, namun saat ini sudah mulai berkurang karena berkurangnya masa pelunasan dana talangan haji yang sebelumnya bisa mencapai 3 tahun menjadi hanya bisa 1 tahun. Lalu ditambah dengan adanya simpang siur bahwa regulasi dana talangan haji oleh pemerintah diperbolehkan atau tidak. Ditambah juga perbedaan pendapat antara ulama mengenai halal haramnya dana talangan haji tersebut. Untuk pendanaan haji syariah sendiri telah ditetapkan bank-bank yang akan melaksanakannya sebanyak 31 bank oleh BPKH dan dari 31 bank tersebut juga ditunjuk 11 bank sebagai bank mitra investasi.

Selain dengan cara tersebut, anda juga bisa membiayai umroh dengan cara menabung. Misalnya dengan menabung di perusahaan penyelenggara umroh. Terdapat beberapa perusahaan travel umroh yang juga menyediakan tabungan umroh. Cukup dengan memberikan tanda jadi sebagai jamaah sebesar 3,5 juta rupiah, bisa mendapatkan voucher untuk berangkat umroh. Tapi, harus dipastikan perusahaan penyelenggara umroh itu terbukti bisa memberangkatkan jemaah atau tidak. Pilihan lain untuk menabung umroh  adalah menabung di reksadana syariah. Pilihan ini bisa dilakukan bila ingin menabung sambil berinvestasi.

Ada juga cara lain selain cara di atas, yaitu dengan melakukan pinjaman. Anda bisa melakukannya di bank mana saja, salah satunya Bank Syariah Bukopin. Terdapat beberapa jenis pinjaman syariah Bukopin. Di antaranya ada murabahah, musyarakah, mudharabah, mudharabah muqo

Post Author: hairihasbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *