Meraih Berkah dengan Berebut Gunungan di Grebeg Syawal Yogyakarta

                                                                                         Source : 2jogja

Setiap daerah memiliki tradisi spesial untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Begitu juga dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Anda dapat mengikuti tradisi Grebeg Syawal Yogyakarta jika menyambut Lebaran di kota ini.

Grebeg Syawal digelar setiap tanggal 1 Syawal dalam penanggalan Hijriyah. Prosesi upacara adat tersebut dilaksanakan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Alun-alun Utara setelah salat Idulfitri. Tradisi ini menjadi salah satu Hajad Dalem atau wujud sedekah sultan kepada rakyat dalam rangka menyambut hari raya Idulfitri.

Dalam Grebeg Syawal, keraton mengeluarkan 7 buah gunungan yang akan diperebutkan di tiga lokasi. Satu dibawa menuju Kantor Gubernur DIY atau Kepatihan, satu buah gunungan lagi dibawa ke Kadipaten Pura Pakualaman, dan sisanya dibawa ke Masjid Agung Kauman.

Gunungan merupakan hasil bumi yang disusun membentuk kerucut seperti gunung. Siapa pun yang mendapatkannya dipercaya akan memperoleh berkah dan keberuntungan, sehingga masyarakat yang hadir berbondong-bondong memperebutkan isi gunungan.

Sebelum diarak, ketujuh gunungan dikumpulkan terlebih dahulu di Bangsal Ponconiti. Seluruh prajurit keraton kemudian menuju ke Pagelaran Keraton melewati Bangsal Siti Hinggil. Ketika gunungan dikeluarkan, tembakan salvo sebanyak tiga kali dilepaskan ke udara.

Lima gunungan yang terdiri dari Gunungan Lanang, Gunungan Wadon, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat, dan Gunungan Pawuhan dibwa ke Masjid Agung Kauman dikawal oleh Prajurit Surokarso.

Sementara Prajurit Lombok Abang dan Plangkir mengawal satu Gunungan Lanang ke Pura Pakualaman. Prajurit Bugis mengawal satu Gunungan Lanang menuju ke Kepatihan.

Selanjutnya gunungan didoakan oleh ulama dan abdi dalem keraton. Ketika prosesi doa sedang dilakukan, warga diminta tidak memperebutkan gunungan. Setelah doa selesai, gunungan dilepas untuk diperebutkan oleh masyarakat.

Gunungan yang berisi aneka sayuran seperti cabai, kacang panjang, dan beras ketan menjadi rebutan. Aksi mendapatkan bagian gunungan menjadi pemandangan yang menarik. Tak hanya masyarakat setempat, wisatawan pun boleh mengambil bagian dalam acara Grebeg Syawal Yogyakarta dengan ikut memperebutkan isi gunungan.

Bagian puncak gunungan yang disebut mustaka merupakan bagian yang paling diperebutkan, selain enthoentho yang dibuat dari beras ketan. Tradisi ini terus dilestarikan untuk memberikan ciri khas Kota Yogyakarta.

Bersamaan dengan tradisi berebut isi gunungan, keraton menggelar upacara Ngabekten Sungkeman Abdi Dalem Kakung yang dilakukan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kerabat Keraton Yogyakarta, bupati, walikota, dan abdi dalem akan menghadap dan melakukan sungkem kepada raja, Sri Sultan Hamengkubuwono. Nah jika Anda penasaran dengan tradisi unik dari Yogyakarta ini, jangan lupa persiapkan segera tiket pesawat Anda dari sekarang ya.

Ngabekten di Keraton Yogyakarta

                                                       Source : njogja

Ngabekten merupakan tradisi Jawa ketika hari raya Idulfitri tiba. Orang-orang muda biasanya akan mendatangi kediaman kerabat yang lebih tua atau orang yang dituakan untuk melakukan bekti untuk menghormati mereka. Di Keraton Yogyakarta, tradisi ini masih dilestarikan.

Pelaksanaan Ngabekten diatur oleh Kawedanan Hageng Sriwandawa Keraton Yogyakarta dengan mengeluarkan buku panduan. Buku ini berjudul “Pranatan Pasowanan/Parakan Ngabekten” yang dibuat setiap tahun dan disebarluaskan sebagai panduan melaksanakan tradisi tersebut.

Hari pertama, Ngabekten dikhususkan bagi kerabat dan abdi dalam laki-laki. Sementara pada hari kedua, khusus untuk kerabat dan abdi dalem perempuan. Urutan duduk selama prosesi juga diatur dimulai dari kerabat yang terdekat dengan sultan hingga abdi dalem keraton. Pakaian yang dikenakan juga diatur dalam panduan.

Ngabekten di keraton bermaksud mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada raja karena telah mengayomi para kerabat dan abdi dalem selama mengabdi di keraton, serta wujud permohonan maaf jika ada kesalahan atau perbuatan yang tidak berkenan. Di samping itu juga untuk memohon restu agar tidak mendapat halangan dalam melanjutkan tugas.

Apakah Anda tertarik mengikuti prosesi Grebeg Syawal di Yogyakarta? Jika ya, sebaiknya segera melakukan pemesanan tiket pesawat Garuda promo di website Airy untuk menuju ke Yogyakarta. Perjalanan dengan pesawat tentunya lebih cepat dan nyaman serta menyenangkan.

Post Author: hairihasbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *